Pages

Jumat, 04 Juli 2014

Berdua tapi lebih dari Cukup

gadis itu menulis lagi...... 

Belum lama dia merasakan mempunyai keluarga yg membuatnya merasa ada di dunia ini....yah keluarga yg mungkin bukanlah keluarga sebenarnya.....seorang saudara yg tidak sama lahir dari rahim yg sama...tapi gadis itu sangat dalam mengaggap dia saudara laki laki...teman..kawan.....bahkan keluarga....
ada senyum bahagia yang terlukis di wajah gadis itu..saat melihat kebersamaan laki laki itu bersama ibunya.....ada serentetan kebahagiaan kecil yg dia rindukan saat melihat seorang ibu yg sangat menyayangi anaknya...sangat mengasihi anaknya...bahkan saat anaknya tidur di pangkuannya dengan manja......
ada kebahagiaan yg dirasakan gadis itu saat melihat kelembutan seorang ibu menegur anaknya...kelembutan seorang ibu memarahi anaknya....ya padahal mereka hanya tinggal berdua....tapi kebersamaan itu membuat gadis ini merasa masih ada kehidupan yg memang harus dy prjuangkan....
setiap kali....gadis itu selalu ingin melihat kebersamaan itu......kebersamaan..kebersamaan yg hanya tinggal berdua tapi kebahagiaan yg dy dapat lebih dari cukup....
yah......disitulah letak kebahagiaan terbesar yg dirasakan gadis itu.....

hingga tiba waktunya...kesedihanpun muncul..kesedihan yg luar biasa lebih besar dia dapatkan daripada kebahagiaan...
kesedihan ketika lelaki itu dipaksa oleh hidup untuk memilih......pilihan yg menghancurkan kebahagiaan yg selama ini gadis itu rasakan...ibu dan anak......

Teriakan Menyerah

masih tentang gadis itu....
perlahan dia menyerah......dia menyerah akan hidupnya tak seperti yg dia inginkan...dia menyerah bersandiwara pada panggung kehidupan yg dia tidak sukai namun memaksa untuk menyukainya demi orang yg dia hargai dan hormati....
dia menyerah dengan senyum palsu yg setiap saat tergambar pada bibirnya...
dia menyerah akan semua hal tentang dirinya yg sebenarnya bukan diri yang sesungguhnya...

nah...ketika dy menyerah..siapa yg dapat menolongnya?? menariknya keluat melihat kebebasan menentukan hidupnya sendiri??siapa??? kamu??atau bahkan kalianpun tak akan sanggup.........karena dia sudah mati terkubur dengan jiwa orang lain dalam kehidupannya.....

ya.....gadis itu masih terus teriak.....bukan karena dia ingin bangkit lagi melainkan teriak...JANGAN LAKUKAN HAL yg SAMA pada ORANG LAIN.....cukup SAYA.......

Rabu, 02 Juli 2014

Serentetan Pertanyaan, Sebuah Jawaban

masih bertanya pada kebisuan...kapan engkau mulai bisa berbicara....?
masih bertanya pada kebutaan....kapan engkau mulai bisa melihat.....?
masih bertanya pada ketulian......kapan engkau mulai bisa mendengar....?
masih bertanya pada kelumpuhan....kapan engkau mulai bisa bergerak....?

dan masih bertanya pada kehancuran hati....kapan engkau mulai bisa bangkitkan kebaikan......?

mereka serentak menjawab......ketika AKU telah memahami pasti akan KEHIDUPAN...
#berfikirlah sebelum bertanya
#pastikanlah sebelum menjawab

Pilihan yg Bergetar Dahsyat

ketika rasa suka itu beralih menjadi risih.....dan ketika rasa biasa saja menjadi getaran yg dahsyat...apakah kamu akan tetap memlih rasa SUKA atau GETARAN DAHSYAT?

hanya terdiam.......karena ketika kamu menentukan pilihana....maka akan ada yg tersakiti....yah pasti karena pilihanmu sesungguhnya adalah yang BIASA namun menjadi GETARAN yg DAHSYAT...
itulah perasaannya..   hanya sesaat namun memberi signal luar biasa sakitnya untuk orang lain yg benar benar menyukainya.. 

JENUH HIDUP

gadis itu kembali jenuh dengan kehidupannya...bukan tdak mensyukuri tetapi lebih kepada merasai memberi nilai....masih saja jenuh itu datanh membayangi...
gadis itu takut untuk berteriak...hidup ini bukan untuknya....hanya untuk mereka mereka yang memaksakan kehendak atas dirinya.....gadis itu hanya mencoba menahan dan terus menahan...hingga pelan pelan jenuh itu kembali pada kehidupannya..