Perasaanku saat ini kacau, sangat kacau.
Sedih ketika kesempatan terakhir yang kau berikan justru membuatku semakin lemah untuk mempertahankan..aku tak mampu untuk bertahan... berbagai cara telah kulakukan untuk mempertahankan tapi ntah kenapa hatiku justru memilih untuk berhenti. Hatiku memaksa untuk melupakan perjuangan itu. Takut ketika aku sudah menyerahkan seluruh tenagaku untuk memperjuangkan tapi justru itu hanya sia sia. Takut ketika orang yang penting dalam hidupmu menilaiku salah, padahal aku hanya ingin bersama kamu....
Tapi jujur saja, kesempatan terakhir yang kamu berikan, bukannya justru menambahkan rasa sayangku ke kamu, tapi merasa aku bukan diriku yang sebenarnya seperti ketika belum mendapatkan kesempatan itu. Aku berusaha memahamimu, menuruti semua yang kau inginkan perubahan dari diriku, mengontrol seluruh hal yang dapat membuatmu membenci bahkan memusuhuki. Rasa sayangku tidak bertambah, namun karena itu perlahan rasa sayangku justru berkurang. Sangat disayangkan, yang kau inginkan dariku justru membuatku sudah terbiasa hidup tanpa ada kabarmu terus-terusan....
Yahhhh....kemarin aku menyanyangimu, saking menyanyangimu segalanya tak bias kulakukan tanpa kamu, kabarmupun setiap saat aku harap, menghubungimu hampir setiap jam hanya untuk mendengar kabarmu. Tapi kamu tak menyukainya, bahkan sangat risih dengan hal itu, itu sebabnya kamu ingin sendiri, kamu ingin bebas. Aku berusaha mempertahankan karena jujur saja aku masih sangat menyayangimu, hingga seandainya ada kesempatan terakhir untuk melakukan semua yang kamu inginkan, aku akan melakukannya, termasuk tidak menghubungimu setiap saat, kecuali pada saat saat penting. Hal itu membuatku terbiasa tanpa ada kabarmu, bahkan aku tak merasa kehilangan sedikitpun walau tak mendengar kabarmu.... yang menandakan itulah akhir dari rasa SAYANG yang kumiliki. Aku sudah bisa dan terbiasa tanpa kabarmu sekarang. Jadi saatnya MELEPASKANMU.
Kamu yang memintaku melakukannya sayang....
hingga sekarang aku sudah terbiasa tanpa kabarmu...............bahkan aku sangat menyadari betul perasaan sayangku padamu hanya tersisa sedikit ketika aku memutuskan untuk tidak lagi MEMPERTAHANKAN dan MEMPERJUANGKANMU ketika keluargamu telah mempertanyakan baik buruknya kelakuanku.
Sedih ketika kesempatan terakhir yang kau berikan justru membuatku semakin lemah untuk mempertahankan..aku tak mampu untuk bertahan... berbagai cara telah kulakukan untuk mempertahankan tapi ntah kenapa hatiku justru memilih untuk berhenti. Hatiku memaksa untuk melupakan perjuangan itu. Takut ketika aku sudah menyerahkan seluruh tenagaku untuk memperjuangkan tapi justru itu hanya sia sia. Takut ketika orang yang penting dalam hidupmu menilaiku salah, padahal aku hanya ingin bersama kamu....
Tapi jujur saja, kesempatan terakhir yang kamu berikan, bukannya justru menambahkan rasa sayangku ke kamu, tapi merasa aku bukan diriku yang sebenarnya seperti ketika belum mendapatkan kesempatan itu. Aku berusaha memahamimu, menuruti semua yang kau inginkan perubahan dari diriku, mengontrol seluruh hal yang dapat membuatmu membenci bahkan memusuhuki. Rasa sayangku tidak bertambah, namun karena itu perlahan rasa sayangku justru berkurang. Sangat disayangkan, yang kau inginkan dariku justru membuatku sudah terbiasa hidup tanpa ada kabarmu terus-terusan....
Yahhhh....kemarin aku menyanyangimu, saking menyanyangimu segalanya tak bias kulakukan tanpa kamu, kabarmupun setiap saat aku harap, menghubungimu hampir setiap jam hanya untuk mendengar kabarmu. Tapi kamu tak menyukainya, bahkan sangat risih dengan hal itu, itu sebabnya kamu ingin sendiri, kamu ingin bebas. Aku berusaha mempertahankan karena jujur saja aku masih sangat menyayangimu, hingga seandainya ada kesempatan terakhir untuk melakukan semua yang kamu inginkan, aku akan melakukannya, termasuk tidak menghubungimu setiap saat, kecuali pada saat saat penting. Hal itu membuatku terbiasa tanpa ada kabarmu, bahkan aku tak merasa kehilangan sedikitpun walau tak mendengar kabarmu.... yang menandakan itulah akhir dari rasa SAYANG yang kumiliki. Aku sudah bisa dan terbiasa tanpa kabarmu sekarang. Jadi saatnya MELEPASKANMU.
Kamu yang memintaku melakukannya sayang....
hingga sekarang aku sudah terbiasa tanpa kabarmu...............bahkan aku sangat menyadari betul perasaan sayangku padamu hanya tersisa sedikit ketika aku memutuskan untuk tidak lagi MEMPERTAHANKAN dan MEMPERJUANGKANMU ketika keluargamu telah mempertanyakan baik buruknya kelakuanku.