Pages

Rabu, 16 September 2015

YAUMUL MILAD DYAN

*Yaumul Milad Dyan

semua berharap yang terbaik untukmu....

adakah kamu masih merasakan kekurangan setelah banyak orang yang telah mengucapkannya...

#yah...

*jadi?? apa yang kamu rasakan

#aku malah semakin sedih....

*mengapa???

#aku masih saja tak bisa kembali....

*kemana??

#ah kamu tahulah...... DIA yang saya maksud...tiba hari lahir bukannya malah umur panjang,tapi malah berkurang

*jadi, kamu mau apa? bukankah harusnya kamu bahagia karena tiba tanggal lahirmu

#aku tak sebahagia orang orang lain yang ulang tahun...aku tak dapat sebahagia mereka sekarang

*mengapa, apa yang menghilangkan kebahagianmu itu..

#ini tidaklah penting,, hanya saja hari ini saya justru merasa sangat sedih... ntah kenapa dan dengan alas an apa... hanya saja DIA salah satu dan paling besar alasannya..

*DIA itu siapa?? orang orang yang kamu sakiti, mantan kamu, sahabat dekat kamu, atau siapa?

#yah DIA yang dekat dengan semua yang kamu sebutkan, DIA sumber dari semua yang kamu sebutkan...yah DIA

*Owh....(terdiam dan sesekali menggeleng)..... kalau begitu Yaumul milad untukmu sekali lagi,, dan jangan paksakan dirimu untuk terlihat bahagia..

#(diam menunduk, masih diam tanpa gerakan,,,hanya pikirannya yang semakin berlomba mengeluarkan gambaran gambaran,,)
 

Selasa, 04 Agustus 2015

I want to FREE

bukan hanya sekedar karena dia selalu membantu, dia selalu ada, tapi karena dia selalu ikhlas melakukannya,,,,

mungkinkah jalan itu sudah tertutup, mungkinkah semua akan berakhir seperti tak pernah mengenalnya dulu. mengapa harus berpura pura jika memang kita pernah bersama...

masih saja aku mempertanyakan,,, mengapa harus ada cerita layaknya semua yang pernah terjadi selama ini hanya mimpi, yang ketika terbangun semua akan dilupakan juga dibuyarkan....hahahahaha

seberat itukah, menahan semua rasa yang sebenarnya.. selalu saja ego menjadi senjata paling kuat membunuh semua kebahagiaan, menghancurkan semua keinginanan untuk merasakan nikmatnya bersama.

aku menyerah dengan egomu... namun mengapa aku masih membiarkan egomu mengganggu alamku

I want to free.... help me

Senin, 03 Agustus 2015

Rasa itu Muncul lagi... Untukmu,, bukan untuk dya lagi

awalnya saya hanya bermain main dengan perasaan, saya hanya ingin membuat orang yang sangat saya sayangi dulu melihat saya sudah berhasil melupakannya, saya ingin membuat dia melihat saya masih bisa bahagia walau tak bersamanya, saya ingin membuat dia merasa bahwa saya tak peduli lagi tentangnya,,,, yah awalnya saya hanya bermain dengan sosok ini...Namun, terjadi lagi,,, rasa sayang itu akan muncul seiring seringnya bersama, yah CINTA akan muncul jika selalu bersama.

Saya tak munafik, saya mulai menyukainya, saya mulai menyimpan simpati padanya, yah...... saya jatuh cinta dengannya... sekali lagi cinta membuktikan keberadaannya..saya selalu ingin berada di dekatnya, bercanda dengannya, dan bahkan sekarang ketika saya bersamanya, tertawa bersamanya, setiap itupun saya menyesali mengapa dulu saya terkurung untuk selalu memikirkan mantan yang sama sekali tak lagi ingin saya berada di dekatnya....

hanya saja....setiap rasa harus punya batasan,, sebelum terlampau jauh menyukainya, menyayanginya, saya membatasi diri,,saya tahu bukan hanya saya saja yang menyukainya, banyak orang yang kagum padanya,,bahkan ada yang menyukainya lebih dulu sebelum saya...sekarang saya belajar untuk menutup perasaan itu,, kini, saya bukan tak lagi bisa move on dari masa lalu dengan mantan, tapi sekarang saya tak bisa move on dari perasaan yang terlanjur ada untuk dia (sosok ini)....dia yang berpura pura menjadi pengganti mantan saat ini....

Saya belajar menjauh, belajar untuk menahan perasaan yang saya punya.... sekali lagi susahnya jatuh cinta membuat saya susah melupakan,,, kini itu terjadi lagi saya jatuh cinta dengannya... haruskah sesusah itu melupakannya....

butuh waktu berapa lama lagi untuk menormalkannya kembali????
saya tak mungkin menyukai orang yang sama dengan yang kawan, teman, adik sukai...... yah dia

Saya menutup....dan perlahan belajar mengakhiri sebelum terlampau jauh.

Tenggelam dalam Dunia

Berpacu dalam angan yang tak hentinya berputar dalam kepala. ntahlah,, masih adakah kebaikan di setiap sudut bumi, ataukah sudah tak ada karena Bumi saja tak mempunyai sudut..Heranku masih bertanya pada setiap sisi ruang, alasan apa yang membuat dia melakukannya,, memperburuk dirinya dengan keadaan yang memaksa raganya untuk bermain dalam permainan setan... iblis yang menghasud rohnya untuk bertepuk tangan setelah dia melakukannya...

Alam bawah sadarku masih tetap tak percaya,,, diakah???

ini apa??? memang dia membutuhkannya ataukah justru karma untukku... aku mengingat kejadian beberapa tahun lalu... kembali ku teringat.... mengapa harus ada kebusukan lagi di setiap sandiwara manusia.. mengapa masih ada peran yang membuatnya masih dapat berdiri setelah melakukannya,...
atau mungkin pikirnya dia masih merasa dalam dunia fatamorgana???sehingga dia masih ada keberanian untuk melakukannya... ntahlah yang jelas dia masih berebut dengan keadaan dimana dunia semakin meneggelamkan kebaikan,, dunia yang menjadi pemain dalan pedusta dalam sandiwara.


Percaya bahwa perbuatan selalu ada balasan...

Selasa, 23 Juni 2015

Dia Manusia, Bukan Orang... KAWAN

membuatnya terpisah jauh dari angan angan keiginan selama ini....
memulai bangkit dan beranjak meninggalkan semua yang palsu,, dan perlahan menyadari indahnya hidup ketika semua yang diinginkan sama sekali tidak tercapai namun ikhlas menerima semua kenyataan...
kita manusia kawan,,,, sekali lagi kita manusia,, bukan orang yang hanya menggunakan pikirannya tidak dengan hatinya,, memperlakukan orang yang begitu peduli, begitu memanusiawi hingga sedikitpun tak menilai dan menghargai apa yang telah dilakukan manusia itu.... selalu kawan,, kita manusia bukan orang yang bisanya hanya bersembunyi dari ketakutan masa lalu.... kita manusia kawan yang mempunyai hati dan pikiran untuk memanusiakan orang lain.

bahkan dia menganggap dirimu manusia,,, walaupun kamu hanya menganggap dia ORang, bahkan sampai kau membuat dirimu menjadi MANUSIA munafik kamu masih mengaggap dia ORANG.

Sabtu, 04 April 2015

DIAM DIAM

Aku mengagumimu DIAM DIAM

bahkan aku pun tak sadar dalam DIAMku...

itu saja.......mengagumimu sudah punya makna...

Awal dimana aku mulai memperhatikanmu dalam hati secara DIAM DIAM

#Asiiiekkk

Jumat, 30 Januari 2015

Menyerah.....tak ada lagi yang bisa kulakukan

Perasaanku saat ini kacau, sangat kacau.


Sedih ketika kesempatan terakhir yang kau berikan justru membuatku semakin lemah untuk mempertahankan..aku tak mampu untuk bertahan... berbagai cara telah kulakukan untuk mempertahankan tapi ntah kenapa hatiku justru memilih untuk berhenti. Hatiku memaksa untuk melupakan perjuangan itu. Takut ketika aku sudah menyerahkan seluruh tenagaku untuk memperjuangkan tapi justru itu hanya sia sia. Takut ketika orang yang penting dalam hidupmu menilaiku salah, padahal aku hanya ingin bersama kamu....


Tapi jujur saja, kesempatan terakhir yang kamu berikan, bukannya justru menambahkan rasa sayangku ke kamu, tapi merasa aku bukan diriku yang sebenarnya seperti ketika belum mendapatkan kesempatan itu. Aku berusaha memahamimu, menuruti semua yang kau inginkan perubahan dari diriku, mengontrol seluruh hal yang dapat membuatmu membenci bahkan memusuhuki. Rasa sayangku tidak bertambah, namun karena itu perlahan rasa sayangku justru berkurang. Sangat disayangkan, yang kau inginkan dariku justru membuatku sudah terbiasa hidup tanpa ada kabarmu terus-terusan....


Yahhhh....kemarin aku menyanyangimu, saking menyanyangimu segalanya tak bias kulakukan tanpa kamu, kabarmupun setiap saat aku harap, menghubungimu hampir setiap jam hanya untuk mendengar kabarmu. Tapi kamu tak menyukainya, bahkan sangat risih dengan hal itu, itu sebabnya kamu ingin sendiri, kamu ingin bebas. Aku berusaha mempertahankan karena jujur saja aku masih sangat menyayangimu, hingga seandainya ada kesempatan terakhir untuk melakukan semua yang kamu inginkan, aku akan melakukannya, termasuk tidak menghubungimu setiap saat, kecuali pada saat saat penting. Hal itu membuatku terbiasa tanpa ada kabarmu, bahkan aku tak merasa kehilangan sedikitpun walau tak mendengar kabarmu.... yang menandakan itulah akhir dari rasa SAYANG yang kumiliki. Aku sudah bisa dan terbiasa tanpa kabarmu sekarang. Jadi saatnya MELEPASKANMU.


Kamu yang memintaku melakukannya sayang....
hingga sekarang aku sudah terbiasa tanpa kabarmu...............bahkan aku sangat menyadari betul perasaan sayangku padamu hanya tersisa sedikit ketika aku memutuskan untuk tidak lagi MEMPERTAHANKAN dan MEMPERJUANGKANMU ketika keluargamu telah mempertanyakan baik buruknya kelakuanku.